KADO BAHAGIA DARI SANTA CLAUS

                 Hari Natal merupakan hari yang didambakan oleh banyak orang. Sewaktu saya masih bercelana merah, saya beranggapan bahwa hari Natal adalah saat terbaik untuk panen kado sehingga saya sangat menantikan hari itu. Kado tersebut dapat diberikan oleh orang tua, saudara, atau kakek gendut yang biasa meramaikan suasana Natal di mall besar.  Saya rasa, waktu itu saya bukanlah satu-satunya anak kecil yang mendambakan kehadiran kado di hari Natal. Saya sendiri tak mengerti, kenapa tradisi akan kado Natal begitu melekat kuat dalam benak saya dan tentunya kebanyakan anak kecil. Selain kado Natal, tentu saja masih banyak hal lain yang dapat menjadi warna untuk mempercerah hari Natal.  Menjelang Natal, biasanya mall-mall besar akan dipenuhi oleh pohon Natal yang menjulang tinggi. Kemudian, spanduk-spanduk Natal juga turut memperindah pemandangan. Semua itu terlihat begitu indah dan memesona. Namun, inikah yang disebut dengan Natal?

                Zaman ini, Natal hanya identik dengan segala keindahan duniawi dan itu tentu saja tidak tepat. Pohon Natal beserta kado-kadonya yang terbungkus rapi bukanlah sesuatu yang salah, tapi ingat itu bukanlah definisi dari Natal. Menurut saya, seandainya pohon Natal, Santa Claus gemuk, dan kado Natal  absen di hari Natal, maka hari Natal tak akan menjadi lebih buruk, sebab itu semua bukanlah inti dari hari Natal. Hanya sayang, hal tersebut tak berlaku bagi kebanyakan pihak. Banyak orang beranggapan bahwa hari Natal tanpa sosok Santa Claus atau pohon Natal adalah sebuah hari tanpa warna.

                Hari Natal adalah hari untuk merenungkan kedatangan Yesus ke dalam dunia yang penuh cela, walaupun kapan tepatnya hari Natal tak dituliskan dalam Alkitab. Kedatangan Yesus adalah sebuah sukacita yang seharusnya dialami oleh orang Kristen, tapi sekarang yang menjadi suka cita orang Kristen justru adalah Santa Claus dan kado Natalnya. Yang didengung-dengungkan saat Natal bukanlah kabar bahagia, yakni keselamatan, tapi malah doorprize Natal. Celakalah setiap dari kita yang membuang makna sesungguhnya dari Natal itu.

                KKR Natal Akbar sudah lewat. Entah ada berapa banyak jiwa yang akhirnya menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Yang menjadi pertanyaan adalah sudah berapa banyak orang yang kita bawa untuk mendengarkan berita kebenaran di Stadion kebanggaan rakyat Indonesia itu? Selain itu, sudah seberapa sering kita mengabarkan berita sukacita akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat? Orang Kristen adalah orang yang diberikan perintah untuk mengabar injil (Mat 28: 19-20), tapi sudahkah kita menaati perintah tersebut?

                Hari Natal adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi Santa Claus yang membagikan kado Natal. Kado Natal yang dimaksud tentu saja kabar bahagia tentang Yesus Kristus. Jangan bangga menjadi orang Kristen jikalau tak mampu menjadi Santa Claus yang memberitakan kabar bahagia sebagai sebuah kado. Saya yakin, di sekitar kita masih banyak orang-orang yang belum mengenal Allah yang sejati dan berinkarnasi menjadi manusia. Oleh karena itu, mereka adalah tanggung jawab kita. Kita harus terus memberitakan kabar bahagia tanpa batas, sebab tak ada yang tahu siapa yang akan diselamatkan. 

                Mari menjadi Santa Claus baru di zaman ini yang tidak hanya bermodalkan perut buncit dan karung berisi hiburan duniawi untuk menarik perhatian banyak orang, sebab Santa Claus semacam ini sudah terlalu banyak memenuhi dunia. Kita harus menjadi Santa Claus yang bermodalkan kebenaran Firman Tuhan dan membagikan kebenaran tersebut untuk membawa banyak jiwa kembali pada-Nya. Selamat Natal dan selamat memberikan kado bahagia untuk sesamamu yang belum percaya.

               

               

 

One thought on “KADO BAHAGIA DARI SANTA CLAUS

  1. Pingback: Christmas, It’s Continued.. « the Shelter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s