MULTIPLE INTELLIGENCES MENGGUGURKAN IQ PART 1

Tes IQ sering menjadi tes pengantar dalam suatu seleksi. Hasil dari tes tersebut cukup menentukan keberadaan pesertanya kelak. Peserta yang memiliki skor IQ tinggi biasanya lolos dari seleksi, sedangkan mereka yang tidak superior akan tersingkir. Dalam dunia pendidikan, IQ seorang murid menjadi salah satu tolok ukur akan kemampuannya di kelas. Murid-murid yang tidak ber-IQ tinggi sering diperhatikan lebih, karena mereka biasanya mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Poin IQ sendiri sering menjadi gambaran akan kualitas otak seseorang. Namun, rasanya kurang tepat bila kualitas otak seseorang hanya didefinisikan berdasarkan angka yang tertera pada selembar laporan hasil psikotes.

Berbicara mengenai kualitas otak dan kecerdasan tentu tak lepas dari otak itu sendiri. Budaya masyarakat saat ini lebih mengutamakan para pengguna otak kiri ketimbang right brainers sehingga orang-orang yang hebat dalam menghitung dan pandai berbahasa akan dianggap sebagai manusia super. Bagaimana dengan mereka yang begitu kreatif sehingga mampu menghasilkan karya seni yang menarik hati? Mereka umumnya tidak dianggap sebagai orang pintar. Inilah realita yang ada di zaman ini. Orang-orang yang cenderung lebih banyak menggunakan otak kanannya hampir selalu dianggap berada di bawah pengguna otak kiri.

Otak kiri dan kanan, suatu perbedaan

Otak manusia terdiri dari belahan kiri dan kanan. Kedua belahan tersebut memiliki fungsi dan sifat yang berbeda. Belahan kiri itu sangat menyukai bacaan, pusat berbahasa, superior dalam menganalisis, rasional, pusat ilmu pasti, bekerja secara sistematis, dan untuk mengingat dalam waktu singkat. Sedangkan, otak kanan manusia berkaitan dengan seni, emosi, berhayal, berpikir acak, intuisi, dan ingatan jangka panjang.

Orang yang dominan di belahan kanan umumnya lebih menyukai seni dan mereka lebih menggunakan perasaan ketimbang rasio. Sebaliknya, left brainers lebih suka berkutat dengan hitungan dan mereka sangat mengutamakan logika. Pengguna otak kiri mengerjakan sesuatu secara teratur dan terencana. Semuanya tersusun dalam sistematika yang sangat teratur. Sementara, orang yang lebih dominan di otak kanan bekerja secara tidak teratur. Pikiran mereka bercabang ke mana-mana atau lebih dikenal dengan berpikir secara pararel.

Otak kiri adalah segalanya?

Dalam penelitian terdahulu didapatkan bahwa manusia memiliki otak kiri yang merupakan pusat bahasa sehingga mereka dapat berbicara. Inilah perbedaan antara manusia dengan binatang, sebab binatang tak dapat berbicara. Oleh karena itulah otak kiri dianggap sebagai sesuatu yang amat sakral. Sementara itu, otak kanan manusia hanya dianggap sebagai tambahan sehingga keberadaannya tidak terlalu penting. Benarkah demikian? Sama sekali tidak. Tak dapat dibanyangkan seandainya otak kanan manusia mengalami kerusakan. Kerusakan pada hemisfer kanan dapat mengakibatkan gangguan mental. Kita juga perlu tahu bahwa tanpa otak kanan manusia akan menjadi kaku dan miskin kreativitas.

Orang yang hanya mengutamakan rasio, tapi tak mampu berpikir kreatif akan ketinggalan arus. Tak pelak, di zaman ini mulai dicari para pengguna otak kanan, karena mereka ternyata sangat dibutuhkan. Dengan demikian, bukan hanya pengguna otak kiri saja yang mampu berkarya, namun pengguna otak kanan juga bisa unjuk gigi.

The real intelligence theory

Mungkin sebagian pembaca akan bertanya-tanya, mengapa subtitle yang satu ini berbunyi “The real intelligence theory.” Ya, setelah cukup lama memikirkannya akhirnya penulis berkesimpulan bahwa teori sembilan kecerdasan yang diungkapkan oleh Howard Gardner merupakan teori kecerdasan sesungguhnya. Bagi penulis teori-teori kecerdasan yang menyatakan bahwa left brainers are the best, IQ tinggi berarti paling hebat atau hanya menggambarkan satu belahan otak bukanlah teori kecerdasan sesungguhnya.

Otak manusia merupakan satu kesatuan utuh dan bukan hanya terdiri dari belahan kanan atau kiri saja. Oleh karena itu, jikalau kita berbicara mengenai kecerdasan haruslah melibatkan seluruh bagian otak. Maka itu, segala teori kecerdasan yang hanya membahas satu belahan otak sangatlah tidak tepat.

Sembilan kecerdasan yang diungkapkan oleh Howard Gardner menurut penulis cukup masuk akal. Kecerdasan-kecerdasan dalam teori tersebut tidak hanya mencakup kecerdasan yang berada di lingkup hemisfer kiri saja, melainkan mencakup bagian-bagian otak yang lain. Itulah teori kecerdasan ganda yang lebih dikenal dengan multiple intelligences theory.

bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s