KEISTIMEWAAN SANG FENOMENA

Dengan pensiunnya Ronaldo, maka dunia persepakbolaan akan kehilangan salah satu pemain paling berbakat di muka bumi. Ronaldo resmi mengakhiri karirnya setelah menyatakan diri mundur dari sepakbola dalam jumpa pers bulan Februari lalu. Keinginannya untuk terus menggetarkan jala lawan diruntuhkan oleh kondisi tubuh yang sangat tidak mendukung untuk terus merumput. Alhasil ia terpaksa pensiun dari sepakbola yang telah menjadi bagian dari hatinya.

Segenap pendukungnya mungkin kecewa karena tak akan lagi melihat aksinya di lapangan dengan jersey bernomor sembilan. Walau demikian, seluruh pendukungnya pasti tak akan pernah lupa dengan goyang samba Ronnie yang sukses merobohkan pertahanan lawan. Selain itu, beberapa golnya pun dinobatkan sebagai salah satu gol terindah karena tercipta melalui proses yang tidak biasa. Oleh sebab itu, nama Ronaldo pastilah harum dalam sejarah sepakbola.

Sebenarnya apa yang menjadi kehebatan pemain bergigi kelinci itu sehingga ia berhasil menorehkan berbagai prestasi emas dan mendapatkan tempat spesial di hati penonton? Ronaldo merupakan salah satu penyerang paling ditakuti di masa keemasannya. Koleksi gol yang begitu banyak sangat menunjukan betapa hebatnya pemain berkebangsaan Brazil tersebut. Tak hanya itu, karena Ronaldo sendiri cukup dikenal sebagai pemain yang sanggup melewati hadangan beberapa pemain bertahan dengan teknik-teknik indah ala Brazil.

Nama Ronaldo mulai mencuat sejak kedatangannya ke benua biru 17 tahun silam. Ketika itu Ronaldo sudah menjadi tulang punggung klub sekaliber PSV dalam urusan mencetak gol. Gelar pencetak gol terbanyak di musim pertama bersama PSV sudah cukup untuk membuktikan ketajamannya. Tak ayal, Barcelona mendatangkannya ke Camp Nou pada transfer musim panas tahun 1996 agar dapat menggondol banyak trofi di akhir musim. Benar saja, Piala Winners 1997 jatuh ke tangan tim merah biru tersebut setelah Ronaldo sukses mencetak satu-satunya gol melalui tendangan 12 pas. Ronaldo sendiri mampu mengumpulkan 34 gol di liga yang menjadikannya topskor Eropa pada musim itu. Gol-gol Ronaldo selama berseragam Barca mengundang decak kagum. Gol terbaik Ronaldo bersama Blaugrana tercipta saat bersua Celta Vigo. Saat itu Ronaldo muda dengan percaya diri membawa bola sendirian dari tengah lapangan seraya melewati semua pemain lawan sebelum mencetak gol. Gol itu pun akhirnya dijadikan sebagai salah satu gol terindah sepanjang masa.

Kelincahan dan teknik yang mumpuni menjadi salah satu senjata utama Sang Fenomena untuk mencuri perhatian Barcelonitas. Ia sering mengelabui pemain lawan dengan teknik yang menawan. Selain itu, kejeliannya di muka gawang turut membuat penonton memujinya. Kejadian ini tak hanya terjadi selama ia membela klub Catalonia itu, karena Intertisti dan Madridistas juga dibuatnya tersihir dengan kemampuan mengolah bolanya.

Sebelum menderita cedera lutut parah pada tahun 2000, Ronaldo secara mengagumkan menjadi pemain terbaik dunia pada tahun 1996 dan 1997. Permainan gemilangnya dalam setiap pertandingan membuatnya layak diganjar dengan gelar prestisius itu. Tak heran, Ronaldo dianggap sebagai Pele baru. Ronaldo juga merupakan salah satu pemain kesayangan legendaris Brazil tersebut.

Italia adalah negera sepakbola yang terkenal dengan benteng pertahanan tebalnya. Tapi hal tersebut bukanlah masalah buat si tonggos. Dengan kecepatan tingkat tinggi ia berhasil mengungguli banyak pemain bertahan. Alessandro Nesta, bek hebat yang kini berkostum AC Milan terang-terangan mengakui kemampuan Ronaldo dalam mengatasi hadangan lawan dan mencetak gol. Kecepatan Ronaldo nyaris tiada duanya. Baik saat menggiring bola atau mengejar umpan, ia mampu mendahului penjaga-penjaganya dengan kecepatan larinya.

Sesungguhnya, kekuatan utama Ronaldo sebagai seorang striker murni adalah kecepatan, akselerasi, dan akurasi tendangan. Ia memang sering menggunakan pedalada atau la elastica untuk melepaskan diri dari penjagaan musuh, namun ayah dari Ronald tersebut lebih identik dengan kecepatan. Kecepatan adalah kunci untuk membedakan ketika dirinya berada di masa emas dengan dirinya pada saat ini yang mendapat predikat sebagai pemain tambun. Sejak dijuluki El Gordo, Ronaldo kehilangan kecepatan mautnya sehingga ia sering kesulitan mencetak gol kala dijaga ketat oleh lawan. Akhirnya ia lebih sering mengandalkan akurasi tendangan untuk mencetak gol dari jarak yang agak jauh.

Mengenai kecepatan dan akselerasi, para pembaca tentu masih ingat bagaimana ia mampu mengejar dua pemain lawan yang berada di depannya saat mengejar bola hasil operan teman. Kejadian itu terjadi ketika ia masih menjadi ikon di Camp Nou. Lalu, pembaca pasti tahu betul ketika Ronaldo berhasil mengungguli dua pemain Sampdoria dengan kecepatannya saat menggiring bola. Saat bertemu Juventus di Liga Champions, Ronaldo sempat membawa bola sendirian dari lingkaran tengah lalu berlari mendekati gawang tanpa terkejar oleh pemain-pemain I Bianconeri. Kemudian, waktu berhadapan dengan klub asal ibu kota Italia, AS Roma, Ronaldo mengonversi umpan matang Zidane menjadi gol karena bek Roma tidak memiliki akselerasi secepat Sang Fenomena. Itu belum seberapa, karena masih banyak lagi momen-momen indah Ronnie bersama kecepatan mautnya.

Ketika jala bergetar, pendukung langsung meneriakan nama Ronaldo yang baru saja melepaskan tembakan jauh nan akurat. Mantan suami Millene Dominigues ini mempunyai tendangan akurat yang dapat dilepaskan sewaktu-waktu. Saat masih mengabdi di Barcelona, ia pernah mencetak gol dengan tendangan yang begitu akurat. Hal itu tentu juga disokong dengan kekuatan tendangannya. Bersama Inter, keakuratan Ronaldo pun turut mengantar pendukungnya untuk berpesta atas kemenangan tim. Sepakan akurat bertenaga itu berkali-kali menghujam gawang kiper. Kebiasaan tersebut tentu menularkan sukses pada El Real yang ia bela setelah menghianati Inter.

Bersama tim Samba, Ronaldo telah mengoleksi 67 gol. Dari semua gol itu, tentu saja paling menarik untuk membahas 15 golnya di Piala Dunia. Sembilan tahun silam, kiper terbaik, Oliver Kahn menjadi saksi akan ketepatan dari tendangan Ronaldo. Saat itu bola datar masuk ke sudut kanan gawang setelah sebelumnya sempat mencium tiang. Itulah gol kedelapan dari Ronnie sepanjang kompetisi, sekaligus gol terbanyak yang diciptakan oleh seorang pemain di Piala Dunia 2002. Tak pelak, gelar MVP kembali dianugerahkan pada pemain kelahiran Bento Riberio, 22 September 1976 itu pada akhir tahun. Saat menyamai rekor gol Piala Dunia milik Gerd Mueller, Ronaldo juga melepaskan tembakan keras yang  berpresisi tinggi. Gol keempat belas Ronnie sekaligus gol keempat Brazil atas Jepang pada partai penyisihan.

Sebagai suksesor Pele, Romario, dan pemain legenda Brazil lain, Ronaldo dibekali dengan kemampuan untuk mengecoh lawan. Walaupun itu bukanlah kelebihan utama, namun kelincahan kaki Ronaldo memainkan bola sangat ditakuti lawan. Pedalada adalah teknik yang paling sering ia gunakan untuk lolos dari musuh. Kendati demikian, ia terlihat lebih suka melewati musuh dengan gocekan kanan kiri biasa. Sekitar empat sampai lima orang dapat dilewatinya dengan mudah ketika tubuhnya belum melar seperti sekarang.

Selain dirinya, Ronaldinho juga pemain Brazil yang dianggap sukses dalam satu dekade terakhir. Akan tetapi, gaya bermain keduanya tidak sama. Gaya bermain Ronaldo sangat menyerang dan lebih berorientasi pada gol, sedangkan Ronaldinho merupakan sosok playmaker yang ahli merobek pertahanan lawan demi membuka ruang bagi rekan setim. Jika Ronaldo banyak mengandalkan kecepatan, maka Dinho suka memberikan umpan matang. Untuk urusan mencetak gol, Ronaldinho patut diacungi jempol, namun Ronaldo tetap lebih superior dalam hal ini mengingat ia adalah ujung tombak dan banyak berkonsentrasi di lini depan.

Tubuh tinggi Ronnie tak membuatnya sering membuat gol dengan kepala. Beberapa kali ia memang dapat menanggapi bola-bola atas dengan sundulan apik, hanya saja itu bukan kelebihannya. Kemampuan bola atas Ronaldo tidak sebaik kemampuannya menggiring bola. Bertubuh besar juga tak menjadikannya sekuat gelandang Rossoneri, Gattuso. Meskipun begitu, bahu Sang Fenomena cukup kuat untuk menahan tabrakan pemain lawan.

Sebagai pemain kelas dunia, Ronaldo telah banyak mempersembahkan gelar bagi timnya. Akan tetapi, Liga Champions merupakan kompetisi internasional yang tak pernah ditaklukan Ronaldo. Sepertinya Ronaldo memang tidak ditakdirkan untuk kompetisi nomor wahid Eropa tersebut. Selain gelar bagi tim, ia telah memenangkan banyak gelar individu. Hingga saat ini Ronaldo dan Zidane merupakan dua pemain dengan gelar MVP terbanyak, yakni tiga kali.

Ketika pahlawan Brazil itu pulih dari cedera lutut parah, beberapa pendukungnya berharap agar ia mampu menggenggam gelar terbaik seperti sebelumnya. Sayang, keadaan tubuhnya sangat tidak mendukung untuk berkarya di lapangan. Tapi Ronaldo tetap mundur dengan terhormat. Pemain bertalenta tersebar di seluruh bumi, namun tak semuanya mampu menyamai bahkan melebihi Sang Fenomena. Alexandre Pato digadang-gadang akan menjadi penerus idolanya sendiri, Ronaldo. Karakter keduanya dapat dikatakan mirip, walaupun Pato sendiri belum setajam pujaan masa kecilnya.

Semoga sukses Ronnie. Karirmu akan tetap hidup di benak seluruh pendukung. Prestasimu telah menjadi teladan dan inspirasi bagi semua pemain muda. Kelak, seorang bintang baru akan lahir dan menggantikan posisimu sebagai megabintang Brazil bernomor sembilan. Selamat tinggal pahlawan Brazil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s