PERANAN GURU IPS DI TINGKAT SMP DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS DAN POLA PEMBELAJARAN IPS YANG DITERAPKAN DI TINGKAT SMP SECARA UMUM

cover-pdf

ABSTRAKSI

Pelajaran IPS sering dikecam sebagai pelajaran yang tidak merangsang peserta didik untuk berpikir dan hanya sekadar menghafalkan teori. Kompetensi guru IPS juga seringkali dipertanyakan karena tidak mampu menampilkan kualitas pembelajaran dengan baik sesuai dengan standar yang ideal sebagaimana seharusnya. Berangkat dari permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian lebih dalam mengenai bagaimana pembelajaran IPS berlangsung dan bagaimana sosok guru IPS berperan di SMP. Penulis juga membandingkan bagaimana pembelajaran IPS diterapkan ditinjau dari fungsi pembelajaran dan tujuan dari pembelajaran IPS. Peranan guru IPS dilihat dari kaca mata standar ideal bagaimana seharusnya seorang guru berperan.

Penelitian dilakukan dengan membagikan angket ke 20 responden disertai dengan wawancara ke beberapa responden terpilih. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pembelajaran IPS di SMP belum sepenuhnya mewujudkan tujuan dari pembelajaran IPS dan fungsi dari pembelajaran. Tidak semua responden pernah mengalami pembelajaran IPS yang telah mewujudkan tujuan dari pembelajaran IPS dan fungsi dari pembelajaran itu. Data penelitian juga menunjukan bahwa guru IPS di SMP belum dapat berperan dengan baik sebagai komponen terpenting dalam proses pembelajaran di SMP.

KATA PENGANTAR

Gagasan penelitian ini bermula dari pengalaman tidak menyenangkan yang dialami oleh penulis ketika masih menempuh studi di SMP. Penulis merasa bahwa waktu itu pembelajaran IPS dan guru IPS yang mengajar tidaklah ideal. Pembelajaran IPS hanya terpaku pada bagaimana memindahkan jawaban tanpa ada rangsangan untuk berpikir menggunakan teori untuk memecahkan suatu permasalahan. Guru IPS sendiri tidak mengarahkan peserta didik untuk berpikir secara kritis dan analitis menanggapi permasalahan dalam kehidupan. Guru IPS juga sering dicap sebagai guru yang tidak memiliki kemampuan mengajar dan menguasai kelas. Berangkat dari pengalaman tersebut akhirnya penulis ingin menggali lebih dalam seperti apakah sebenarnya pembelajaran IPS yang selama ini dianggap tidak ideal, hanya terpaku pada menghafal, dan tidak merangsang daya pikir peserta didik. Penulis juga ingin menyoroti lebih dalam melalui penelitian ini mengenai kompetensi guru IPS yang selama ini sering diragukan.

Penelitian ini cukup rumit mengingat ada banyak hal yang harus digali untuk melihat bagaimana proses pembelajaran IPS dan seperti apakah kompetensi guru IPS yang selama ini diragukan. Penelitian dilakukan penulis kepada 20 responden dari 19 SMP yang berbeda mengenai bagaimana proses pembelajaran IPS di sekolahnya berjalan dan seperti apakah guru tersebut mengajar. Penulis membandingkan bagaimana proses pembelajaran IPS berlangsung dengan tujuan dari pembelajaran IPS dan fungsi dari pembelajaran yang susungguhnya, serta bagaimana seorang guru IPS berperan dengan standar yang ideal.

Akhir kata penulis menyadari bahwa tulisan masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu, penulis mohon maaf apabila terdapat bagian yang tidak tersampaikan dengan jelas atau tidak menyenangkan.

Jakarta, 13 Desember 2012
Stephen Pratama

isi-penelitian pdf

Untuk melihat hasil penelitian pembaca dapat mengunduh dengan mengklik saja

About these ads

2 responses

  1. […] Tidak hanya pengetahuan, karena hal lain yang tidak kalah penting adalah penyampaian informasi. Guru harus mempertunjukan segala sesuatu yang bisa membuat peserta didiknya mampu menyerap materi dengan baik, inilah fungsi guru sebagai demonstrator. Sekali lagi, ini bukanlah pekerjaan mudah. Terkadang kita melihat ada banyak guru yang sangat kaku dan monoton saat mengajar. Alhasil, ketertarikan peserta didik terhadap bidang ilmu pun tidak tumbuh, bahkan mereka jadi terkesan mengesampingkan pelajaran itu. Mereka menganggap bahwa pelajaran tersebut bisa dikuasai sendiri tanpa bimbingan guru, sebab jikalau hanya sekadar membaca materi seluruh orang pun bisa melakukannya sendiri. Maka itu, guru harus belajar untuk menjadi kreatif. Para guru harus berusaha menyampaikan materi dengan cara yang berbeda sehingga peserta didik bisa memiliki ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Lebih dari itu, guru pun harus mengerti strategi pembelajaran yang tepat. Ada beberapa strategi pembelajaran, seperti Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM), Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB), Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK), Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI), Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE), dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL). Mengenai detil dari setiap strategi pembelajaran akan penulis bahas dalam tulisan-tulisan selanjutnya. Pembahasan mengenai strategi SPBM dibahas dalam penelitian penulis terhadap proses pembelajaran IPS di tingkat SMP -> http://soclidu.wordpress.com/2012/12/25/peranan-guru-ips-di-tingkat-smp-dalam-proses-pembelajaran-ip… […]

  2. Permisi, bagus teruskan kreatifitas penyampaian materi bahan ajar IPS. Silakan kunjungi http://pcahyono.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.